Dalam hening, aku diam
Dalam bisu, aku tak bergerak
Dalam hitam, aku tenggelam
Di sini, aku mati
Cahaya adalah tanda bahaya
Terang akan memusnahkanku
Harapan akan membunuhku
Tawa akan mengejarku
Di sini, dalam gelap
Aku bersemayam dengan tenang
Aku membisu dan membiru
Hanya untuk menunggu janji
Menunggu hening
Aku terdiam dalam bisu
Aku membisu dalam diam
Sunday, September 23, 2012
Saturday, February 4, 2012
Regard~
It has been a long time since I visit and updated my blog! I'm so sorry, I'm preparing myself for my National Examination and University Entrance Exam T_T I will surely update it more after I have finished it all, because my hand are starting to get itchy!
Well, I'm actually practicing a lot of songs with my guitar, especially K-Pop songs! I'm also learning a little about keyboard and struggling for my classical guitar lessons, so I might start to post up some Cover videos in my blog.
I hope I can visit more, for now, I have to say goodbye!
-AssassinXIII-
Well, I'm actually practicing a lot of songs with my guitar, especially K-Pop songs! I'm also learning a little about keyboard and struggling for my classical guitar lessons, so I might start to post up some Cover videos in my blog.
I hope I can visit more, for now, I have to say goodbye!
-AssassinXIII-
Labels:
unused words
Di Kala Hujan
Di bawah rintikkan air ini aku berdiri,
Menunggu dijemput mentari
Di bawah payungku yang biru ini,
Melodi hujan tak berhenti bermain
Di bawah langit yang kelabu ini,
Coretan kelam di masa lalu mulai terhapus
Di antara tetesan yang mengenaiku,
Rasa syukur akan hidup menyelimutiku
Lembap dan basahnya sepatuku,
Melukiskan jalannya hidupku
Di kala hujan,
Semuanya terlihat jelas
Menunggu dijemput mentari
Di bawah payungku yang biru ini,
Melodi hujan tak berhenti bermain
Di bawah langit yang kelabu ini,
Coretan kelam di masa lalu mulai terhapus
Di antara tetesan yang mengenaiku,
Rasa syukur akan hidup menyelimutiku
Lembap dan basahnya sepatuku,
Melukiskan jalannya hidupku
Di kala hujan,
Semuanya terlihat jelas
Labels:
fiksi,
poem,
unused words
Tuesday, November 15, 2011
Aku, Kau
Aku diam
Kau diam
Semesta pun diam
Aku tiarap
Kau tiarap
Bumi pun tertawa
Aku menangis
Kau menangis
Langit pun bersedih
Aku tertawa
Kau tertawa
Udara pun menari
Aku berlari
Kau berlari
Daun pun berterbangan
Aku adalah aku
Kau adalah kau
Cermin pun menyeringai
Aku berharap
Kau adalah nyata
Tak hanya membayangi
Kau diam
Semesta pun diam
Aku tiarap
Kau tiarap
Bumi pun tertawa
Aku menangis
Kau menangis
Langit pun bersedih
Aku tertawa
Kau tertawa
Udara pun menari
Aku berlari
Kau berlari
Daun pun berterbangan
Aku adalah aku
Kau adalah kau
Cermin pun menyeringai
Aku berharap
Kau adalah nyata
Tak hanya membayangi
Pagi Hari
Nyanyian sang angin
Ritme dedaunan yang jatuh
Sentuhan cahaya matahari
Gelitik kicauan burung
Menyelimuti pagi hari
Tetesan embun
Pijakan kaki pada tanah
Siraman kata yang indah
Sejuknya bunga yang baru
Mendorong semangat
Andai aku bisa melihatmu
Andai aku bisa mengajakmu
Andai aku bisa membawamu
Andai aku bisa menyentuhmu
Ku akan tunjukkan indahnya pagi ini
Ritme dedaunan yang jatuh
Sentuhan cahaya matahari
Gelitik kicauan burung
Menyelimuti pagi hari
Tetesan embun
Pijakan kaki pada tanah
Siraman kata yang indah
Sejuknya bunga yang baru
Mendorong semangat
Andai aku bisa melihatmu
Andai aku bisa mengajakmu
Andai aku bisa membawamu
Andai aku bisa menyentuhmu
Ku akan tunjukkan indahnya pagi ini
Subscribe to:
Posts (Atom)