Dalam hening, aku diam
Dalam bisu, aku tak bergerak
Dalam hitam, aku tenggelam
Di sini, aku mati
Cahaya adalah tanda bahaya
Terang akan memusnahkanku
Harapan akan membunuhku
Tawa akan mengejarku
Di sini, dalam gelap
Aku bersemayam dengan tenang
Aku membisu dan membiru
Hanya untuk menunggu janji
Menunggu hening
Aku terdiam dalam bisu
Aku membisu dalam diam
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Sunday, September 23, 2012
Tuesday, November 15, 2011
Aku, Kau
Aku diam
Kau diam
Semesta pun diam
Aku tiarap
Kau tiarap
Bumi pun tertawa
Aku menangis
Kau menangis
Langit pun bersedih
Aku tertawa
Kau tertawa
Udara pun menari
Aku berlari
Kau berlari
Daun pun berterbangan
Aku adalah aku
Kau adalah kau
Cermin pun menyeringai
Aku berharap
Kau adalah nyata
Tak hanya membayangi
Kau diam
Semesta pun diam
Aku tiarap
Kau tiarap
Bumi pun tertawa
Aku menangis
Kau menangis
Langit pun bersedih
Aku tertawa
Kau tertawa
Udara pun menari
Aku berlari
Kau berlari
Daun pun berterbangan
Aku adalah aku
Kau adalah kau
Cermin pun menyeringai
Aku berharap
Kau adalah nyata
Tak hanya membayangi
Pagi Hari
Nyanyian sang angin
Ritme dedaunan yang jatuh
Sentuhan cahaya matahari
Gelitik kicauan burung
Menyelimuti pagi hari
Tetesan embun
Pijakan kaki pada tanah
Siraman kata yang indah
Sejuknya bunga yang baru
Mendorong semangat
Andai aku bisa melihatmu
Andai aku bisa mengajakmu
Andai aku bisa membawamu
Andai aku bisa menyentuhmu
Ku akan tunjukkan indahnya pagi ini
Ritme dedaunan yang jatuh
Sentuhan cahaya matahari
Gelitik kicauan burung
Menyelimuti pagi hari
Tetesan embun
Pijakan kaki pada tanah
Siraman kata yang indah
Sejuknya bunga yang baru
Mendorong semangat
Andai aku bisa melihatmu
Andai aku bisa mengajakmu
Andai aku bisa membawamu
Andai aku bisa menyentuhmu
Ku akan tunjukkan indahnya pagi ini
Sang Hujan
Seruan petir yang menggelegar
Menyelimuti rintisan air yang turun
Menghiasi kegelapan yang mencekam
Menertawai pecundang yang bersembunyi
Nyanyian merdu tetesan air
Menyentuh lembut semua permukaan
Menggembirakan penikmatnya
Mewarnai kekosongan hati
Sahutan kemenangan
Menelan kesedihan tiada tara
Melindungi kesucian emosi manusia
Menangkal ego yang melimpah
Wahai hujan,
Sampai kapan kau akan tinggal?
Sampai mana kau akan membawa kami?
Sampai bagaimana keadaan yang kau inginkan?
----ooo----
Taken from my Indonesian Language Assignment, if there is a difference between the title of the poem, it is because I forgot, so it's not an unofficial copy :)
Menyelimuti rintisan air yang turun
Menghiasi kegelapan yang mencekam
Menertawai pecundang yang bersembunyi
Nyanyian merdu tetesan air
Menyentuh lembut semua permukaan
Menggembirakan penikmatnya
Mewarnai kekosongan hati
Sahutan kemenangan
Menelan kesedihan tiada tara
Melindungi kesucian emosi manusia
Menangkal ego yang melimpah
Wahai hujan,
Sampai kapan kau akan tinggal?
Sampai mana kau akan membawa kami?
Sampai bagaimana keadaan yang kau inginkan?
----ooo----
Taken from my Indonesian Language Assignment, if there is a difference between the title of the poem, it is because I forgot, so it's not an unofficial copy :)
Saturday, October 8, 2011
Bayangan
Aku hanyalah sebuah bayangan
Mengawasi setiap gerakanmu
Mendengar setiap percakapanmu
Mengikuti setiap keinginanmu
Aku hanyalah sebuah bayangan
Yang mengetahui setiap kesedihanmu
Yang ikut merasakan setiap kebahagiaanmu
Yang melihat setiap pelampiasanmu
Aku hanyalah sebuah bayangan
Selalu ada bersamamu
Selalu mengikutimu
Selalu merasakanmu
Aku hanyalah sebuah bayangan
Yang menghilang saat matahari tenggelam
Yang tak bisa menjagamu saat dalam bahaya
Yang tak bisa menemanimu saat kesepian
Aku hanyalah sebuah bayangan
Yang tertelan oleh kegelapan
Aku hanyalah sebuah bayangan
Tak lebih tak kurang
Mengawasi setiap gerakanmu
Mendengar setiap percakapanmu
Mengikuti setiap keinginanmu
Aku hanyalah sebuah bayangan
Yang mengetahui setiap kesedihanmu
Yang ikut merasakan setiap kebahagiaanmu
Yang melihat setiap pelampiasanmu
Aku hanyalah sebuah bayangan
Selalu ada bersamamu
Selalu mengikutimu
Selalu merasakanmu
Aku hanyalah sebuah bayangan
Yang menghilang saat matahari tenggelam
Yang tak bisa menjagamu saat dalam bahaya
Yang tak bisa menemanimu saat kesepian
Aku hanyalah sebuah bayangan
Yang tertelan oleh kegelapan
Aku hanyalah sebuah bayangan
Tak lebih tak kurang
Labels:
fiksi,
poem,
puisi,
unused words
Friday, February 25, 2011
Trapped
I'm trapped,
But I'm not caged
When can I fly?
When can I soar?
What color is the sky?
What is outside the boundaries?
What is it that brings danger?
What is it that is called happiness?
When can I fly?
When can I soar?
I want to know sadness
I want to know love
I want to know courage
I want to smile
When can I fly?
When can I soar?
I may be small,
But I'm wise
I may not have any emotion,
But I'm sensitive
When can I fly?
When can I soar?
I'm kept forever by bonds
My wings are tied
But I'm not caged
When can I fly?
When can I soar?
What color is the sky?
What is outside the boundaries?
What is it that brings danger?
What is it that is called happiness?
When can I fly?
When can I soar?
I want to know sadness
I want to know love
I want to know courage
I want to smile
When can I fly?
When can I soar?
I may be small,
But I'm wise
I may not have any emotion,
But I'm sensitive
When can I fly?
When can I soar?
I'm kept forever by bonds
My wings are tied
Wednesday, February 2, 2011
Sang Rembulan di Malam Hari
Malam pun kembali sepi
Kesunyian menyelimuti langit
Jangkrik pun mulai bernyanyi
Angin pun mulai berdansa
Sang Rembulan muncul
Membawa Kebahagiaan
Membawa Kesedihan
Membawa berita duka
Penghancur harapan
Ialah Sang Raja Malam
Pelindung kegelapan
Ialah Sang Raja Malam
Penyair mimpi kecil
Ialah Sang Raja Malam
Jembatan harapan besar
Ialah Sang Raja Malam
Wahai sang rembulan
Diriku kah yang kau ingkari?
Kesunyian menyelimuti langit
Jangkrik pun mulai bernyanyi
Angin pun mulai berdansa
Sang Rembulan muncul
Membawa Kebahagiaan
Membawa Kesedihan
Membawa berita duka
Penghancur harapan
Ialah Sang Raja Malam
Pelindung kegelapan
Ialah Sang Raja Malam
Penyair mimpi kecil
Ialah Sang Raja Malam
Jembatan harapan besar
Ialah Sang Raja Malam
Wahai sang rembulan
Diriku kah yang kau ingkari?
Labels:
fiksi,
poem,
puisi,
unused words
Thursday, January 6, 2011
Darkness Hell
I can no longer see light
I can no longer feel happiness
The dark past confessed
The howling wolf cried
Just to scare the life
Of the unbroken
Emptiness crossed out my feelings
Capturing blood and sorrow
Loneliness spread
Carelessness damned
The hell's gate is open
Now,
I can hear the dead
Calling my name
Asking me to stay
To play and cry
The sorrowful souls are dancing
Tortured by the endless sins
The messenger of death
Played the game of life
The hollow bodies,
Are dying to kill...
Rib apart your life,
and welcome to hell
I can no longer feel happiness
The dark past confessed
The howling wolf cried
Just to scare the life
Of the unbroken
Emptiness crossed out my feelings
Capturing blood and sorrow
Loneliness spread
Carelessness damned
The hell's gate is open
Now,
I can hear the dead
Calling my name
Asking me to stay
To play and cry
The sorrowful souls are dancing
Tortured by the endless sins
The messenger of death
Played the game of life
The hollow bodies,
Are dying to kill...
Rib apart your life,
and welcome to hell
Labels:
poem,
puisi,
unused words
Monday, August 30, 2010
Mimpi Kecil
Ingatkah?
Kau akan
Alunan masa kecil
Yang indah,
Iringi alam mimpi
Kepakkan sayapmu
Dan terbanglah
Menuju langit
Penuh warna
Ingatkah?
Saat kau
Bermain tanpa beban
Tertawa,
Hiasi langit kelam
Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi
Tenangkan hatimu
Bebaskan imajinasimu
Gapailah bintang
Bersinar terang
Diselimuti malam
Dingin dan gelap
Menunggu matahari
Menjemput dirimu
Kepakkan sayapmu
Dan terbanglah
Menuju langit
Penuh warna
Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi
Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi
Kau akan
Alunan masa kecil
Yang indah,
Iringi alam mimpi
Kepakkan sayapmu
Dan terbanglah
Menuju langit
Penuh warna
Ingatkah?
Saat kau
Bermain tanpa beban
Tertawa,
Hiasi langit kelam
Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi
Tenangkan hatimu
Bebaskan imajinasimu
Gapailah bintang
Bersinar terang
Diselimuti malam
Dingin dan gelap
Menunggu matahari
Menjemput dirimu
Kepakkan sayapmu
Dan terbanglah
Menuju langit
Penuh warna
Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi
Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi
Labels:
lyrics,
Music,
puisi,
tugas,
unused words
Alunan Iblis
Alunan melodi yang memuakkan
Mengalir dalam batang tubuh
Tanpa henti dan lelah
Menyebarkan negatif dari hati
Ketidakpercayaan yang di pupuk
Menimbulkan konflik tak berarti
Memecah sunyi dan sahabat
Impian Sang Iblis terkabul
Kekosongan hati terpahat tajam
Tak terpikirkan lagi sahabat
Hanya terpaku imaji kegelapan
Impian Sang Iblis terkabul
Mereka pun berdendang riang:
"Cahaya tertelan kegelapan,
Cahaya tertelan kegelapan,
Era baru telah tiba"
Iblis pun tertawa senang
Manusia telah jatuh
Mengalir dalam batang tubuh
Tanpa henti dan lelah
Menyebarkan negatif dari hati
Ketidakpercayaan yang di pupuk
Menimbulkan konflik tak berarti
Memecah sunyi dan sahabat
Impian Sang Iblis terkabul
Kekosongan hati terpahat tajam
Tak terpikirkan lagi sahabat
Hanya terpaku imaji kegelapan
Impian Sang Iblis terkabul
Mereka pun berdendang riang:
"Cahaya tertelan kegelapan,
Cahaya tertelan kegelapan,
Era baru telah tiba"
Iblis pun tertawa senang
Manusia telah jatuh
Labels:
lyrics,
Music,
puisi,
tugas,
unused words
Pembunuh Bayaran
Aku haus...
Haus akan darah
Haus akan kematian
Haus akan peperangan
Akulah sang pembunuh
Yang selalu kulakukan
Membunuh orang
Demi uang yang berlimpah
Karenanya orang ku adu domba
Karenanya orag ku bunuh
Dengan cara yang cepat
Atau cara yang lambat
Sampai tujuanku terpenuhi
Aku akan terus memegang pisau ini
Walaupun kecil,
Walaupun besar,
Hidup orang akan ku akhiri
Sekarang dan selamanya
Kematian akan terus kukejar
08/04/2008 - Gita
Haus akan darah
Haus akan kematian
Haus akan peperangan
Akulah sang pembunuh
Yang selalu kulakukan
Membunuh orang
Demi uang yang berlimpah
Karenanya orang ku adu domba
Karenanya orag ku bunuh
Dengan cara yang cepat
Atau cara yang lambat
Sampai tujuanku terpenuhi
Aku akan terus memegang pisau ini
Walaupun kecil,
Walaupun besar,
Hidup orang akan ku akhiri
Sekarang dan selamanya
Kematian akan terus kukejar
08/04/2008 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Jam Menit Detik
Tik Tok Tik Tok...
Jam berdetik
Satu detik berlalu
Satu menit berlalu
Satu jam berlalu
Satu hari berlalu
Satu minggu berlalu
Satu bulan berlalu
Satu tahun berlalu
Satu kehidupan berlalu
Setiap harinya manusia dilahirkan
Setiap harinya manusia meninggal
Entah kenapa hal itu sudah biasa
Tapi aku sakit hati
Karena sebentar lagi ia akan pergi
Pergi selamanya,
Tak pernah kembali lagi
Sampai di kehidupan lainnya
08/04/2008 - Gita
Jam berdetik
Satu detik berlalu
Satu menit berlalu
Satu jam berlalu
Satu hari berlalu
Satu minggu berlalu
Satu bulan berlalu
Satu tahun berlalu
Satu kehidupan berlalu
Setiap harinya manusia dilahirkan
Setiap harinya manusia meninggal
Entah kenapa hal itu sudah biasa
Tapi aku sakit hati
Karena sebentar lagi ia akan pergi
Pergi selamanya,
Tak pernah kembali lagi
Sampai di kehidupan lainnya
08/04/2008 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Masa Lalu
Masa lalu
Satu kata di saat ku hidup
Aku ingin kembali
Saat tertawa
Saat menangis
Saat berlari di alam terbuka
Sekarang semua sudah hancur
Seperti pecahnya kaca
Di hatiku ini
Aku ingin kembali
Aku ingin lari dari kenyataan
Tapi itu semua percuma
Karena waktu tak bisa kembali
Sampai kapanpun juga
Itu sudah menjadi kenangan
Tetapi kenangan tersebut hidup
Selamanya di hatiku
08/04/2008 - Gita
Satu kata di saat ku hidup
Aku ingin kembali
Saat tertawa
Saat menangis
Saat berlari di alam terbuka
Sekarang semua sudah hancur
Seperti pecahnya kaca
Di hatiku ini
Aku ingin kembali
Aku ingin lari dari kenyataan
Tapi itu semua percuma
Karena waktu tak bisa kembali
Sampai kapanpun juga
Itu sudah menjadi kenangan
Tetapi kenangan tersebut hidup
Selamanya di hatiku
08/04/2008 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Darah
Berlumuran darah
Di tanganku
Di tubuhku
Darah...
Satu kata yang terpikir olehku
Saat perang itu
Satu kata yang kecil
Saat kehilangan itu
Satu nyawa melayang
Satu hari tanpanya
Liang kubur menantiku
Sampai nanti hidup berakhir
Tak akan kubiarkan darahku mengalir
Keluar dari tubuhku
Dalam pertumpahan yang dahsyat
Sampai jumpa liang kubur
Di akhir hidupku nanti
08/04/2008 - Gita
Di tanganku
Di tubuhku
Darah...
Satu kata yang terpikir olehku
Saat perang itu
Satu kata yang kecil
Saat kehilangan itu
Satu nyawa melayang
Satu hari tanpanya
Liang kubur menantiku
Sampai nanti hidup berakhir
Tak akan kubiarkan darahku mengalir
Keluar dari tubuhku
Dalam pertumpahan yang dahsyat
Sampai jumpa liang kubur
Di akhir hidupku nanti
08/04/2008 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Kematian
Satu per satu daun berguguran
Satu per satu air hujan berintikan
Satu per satu rambut manusia merontok
Liang kubur sudah mendekat
Tempat terakhir di hidupku
Di sanalah ku tertidur selamanya
Sampai hari ku dibangunkan
Semua kenangan
Semua saudara
Semua yang kupunya
Tak akan kuingat lagi
Nanti aku sendiri
Bersamaku hanyalah tanah
Dan amalku di dunia maya
Selamanya...
08/04/2008 - Gita
Satu per satu air hujan berintikan
Satu per satu rambut manusia merontok
Liang kubur sudah mendekat
Tempat terakhir di hidupku
Di sanalah ku tertidur selamanya
Sampai hari ku dibangunkan
Semua kenangan
Semua saudara
Semua yang kupunya
Tak akan kuingat lagi
Nanti aku sendiri
Bersamaku hanyalah tanah
Dan amalku di dunia maya
Selamanya...
08/04/2008 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Prajurit
Satu per satu gugur
Daun yang dahulu indah
Menjadi kuning berguguran
Seperti itulah manusia
Satu per satu gugur
Seperti daun itu
Perang yang berdarah-darah
Menggugurkan kita
Para prajurit bangsa
Indonesia yang belum merdeka
Tangisan anak kecil
Meraung-raung di telingaku
Sampai mereka tersenyum
Ku akan terus berjuang
Untuk Indonesia merdeka
Sampai kematian menjemputku
01/04/2008 - Gita
Daun yang dahulu indah
Menjadi kuning berguguran
Seperti itulah manusia
Satu per satu gugur
Seperti daun itu
Perang yang berdarah-darah
Menggugurkan kita
Para prajurit bangsa
Indonesia yang belum merdeka
Tangisan anak kecil
Meraung-raung di telingaku
Sampai mereka tersenyum
Ku akan terus berjuang
Untuk Indonesia merdeka
Sampai kematian menjemputku
01/04/2008 - Gita
Labels:
kemerdekaan,
puisi,
tugas,
unused words
Fakta Kecil
Miski itu menjijikan
Kaya itu menyenangkan
Miskin berarti terkurang
Kaya akan terbang
Miskin selalu gembel
Kaya selalu rapi
Miskin meminta pertolongan
Kaya meminta imbalan
Jakarta,
Kota besar penuh harapan
Impian semua warga Indonesia
Tapi,
Hidup tak selalu indah
Sukar mendapat kawan
Sukar mendapat uang
Mudah mendapat lawan
Karena beda aspirasi
Dan kontroversi kehidupan
Tapi apakah semua itu benar?
Apakah manusia selalu membedakan?
Apakah sosial begitu penting?
Apakah hidup akan selalu sama?
Miskin kaya
Bukan masalah
Manusia hanya egois
Tidak peduli dengan yang lain
Itu bukan awal
Bukan pula akhir
Semua selalu seperti ini
Akan sadarkah kita?
Kehidupan selalu menyakitkan
Manusialah pengakibatnya
Kesenjangan yang tak bisa digapai
Hanya sebuah masalah sehari-hari
Tanpa terpikirkan beban masa depan
Percuma menggapainya,
Saling menolong hanya kesadaran
Kita hanya harus duduk
Asal tak sama
Semua akan baik-baik saja
Hanya waktu yang tahu,
Kapan akan terhenti semua kegilaan dunia ini
Jika bisa memilih,
Apakah depan atau belakang?
2008 - Gita
Kaya itu menyenangkan
Miskin berarti terkurang
Kaya akan terbang
Miskin selalu gembel
Kaya selalu rapi
Miskin meminta pertolongan
Kaya meminta imbalan
Jakarta,
Kota besar penuh harapan
Impian semua warga Indonesia
Tapi,
Hidup tak selalu indah
Sukar mendapat kawan
Sukar mendapat uang
Mudah mendapat lawan
Karena beda aspirasi
Dan kontroversi kehidupan
Tapi apakah semua itu benar?
Apakah manusia selalu membedakan?
Apakah sosial begitu penting?
Apakah hidup akan selalu sama?
Miskin kaya
Bukan masalah
Manusia hanya egois
Tidak peduli dengan yang lain
Itu bukan awal
Bukan pula akhir
Semua selalu seperti ini
Akan sadarkah kita?
Kehidupan selalu menyakitkan
Manusialah pengakibatnya
Kesenjangan yang tak bisa digapai
Hanya sebuah masalah sehari-hari
Tanpa terpikirkan beban masa depan
Percuma menggapainya,
Saling menolong hanya kesadaran
Kita hanya harus duduk
Asal tak sama
Semua akan baik-baik saja
Hanya waktu yang tahu,
Kapan akan terhenti semua kegilaan dunia ini
Jika bisa memilih,
Apakah depan atau belakang?
2008 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Cinta Untuknya
Aluran musik yang sangat indahnya
Membangun semangat jiwa
Yang berada dalam keraguan cinta
Cinta yang tak tentu lamanya
Membuat orang sangat menderita
Cinta yang dianggap suci baginya
Hanya sebuah khayalan belaka
Kebohongan cinta yang ada
Membuatku semakin menderita
Dirinya yang selalu kupuja
Hilang dari hatiku begitu saja
Sampai jumpa untuk dirinya
Orang yang akan kukenang selamanya
Sampai diriku sudah tiada
Di dunia yang maya
13/03/08 - Gita
Membangun semangat jiwa
Yang berada dalam keraguan cinta
Cinta yang tak tentu lamanya
Membuat orang sangat menderita
Cinta yang dianggap suci baginya
Hanya sebuah khayalan belaka
Kebohongan cinta yang ada
Membuatku semakin menderita
Dirinya yang selalu kupuja
Hilang dari hatiku begitu saja
Sampai jumpa untuk dirinya
Orang yang akan kukenang selamanya
Sampai diriku sudah tiada
Di dunia yang maya
13/03/08 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Hati
Hidup ini
Semua hanya untuk diriku ini
Berdirilah manusia ini
Di himpunan bunga lili
Kupanggil anjing bernama heli
Untuk memakan bunga lili
Yang sedang bersemi
Seperti keadaan hatiku ini
Bersemi dengan cinta yang suci
Sebelum Tuhan merenggut nyawa ini
Tak akan kubuat hatiku mati
Hati yang slalu bersinar ini
Seperti hati yang tak berhenti
Kepada semua orang di dunia ini
Yang selalu kucintai
Pada negara ini
Pada keluarga ini
Pada dirinya ini
Pada waktu ini
Pada Tuhanku ini
Akan kucintai
Selalu dan selamanya di hati ini
Di hati yang kujaga ini
Yang menyimpan perasaan suci
Sampai nanti aku mati
13/03/08 - Gita
Semua hanya untuk diriku ini
Berdirilah manusia ini
Di himpunan bunga lili
Kupanggil anjing bernama heli
Untuk memakan bunga lili
Yang sedang bersemi
Seperti keadaan hatiku ini
Bersemi dengan cinta yang suci
Sebelum Tuhan merenggut nyawa ini
Tak akan kubuat hatiku mati
Hati yang slalu bersinar ini
Seperti hati yang tak berhenti
Kepada semua orang di dunia ini
Yang selalu kucintai
Pada negara ini
Pada keluarga ini
Pada dirinya ini
Pada waktu ini
Pada Tuhanku ini
Akan kucintai
Selalu dan selamanya di hati ini
Di hati yang kujaga ini
Yang menyimpan perasaan suci
Sampai nanti aku mati
13/03/08 - Gita
Labels:
puisi,
unused words
Waktu
Satu hari yang lalu
Engkau mendukungku
Dengan senyumanmu
Satu hari berlalu
Dirimu tetap dirimu
Dan diriku tetap diriku
Walaupun ada yang menghalangiku
Di masa lalu yang indah itu
Hari dimana hidupnya diriku
Hidupnya seluruh perasaanku
Pada semua orang dan dirimu
Tapi itu semua masa lalu
Bukan masa kini milikku
Berakhir sudah hidupku
Sebelum perginya diriku
Ada satu pesan untukmu
Untuk tersenyum kepadaku
Kan kukenang hidupku
Sampai kiamat berlalu
Dan kita bisa bersama selalu
13/03/08 - Gita
Engkau mendukungku
Dengan senyumanmu
Satu hari berlalu
Dirimu tetap dirimu
Dan diriku tetap diriku
Walaupun ada yang menghalangiku
Di masa lalu yang indah itu
Hari dimana hidupnya diriku
Hidupnya seluruh perasaanku
Pada semua orang dan dirimu
Tapi itu semua masa lalu
Bukan masa kini milikku
Berakhir sudah hidupku
Sebelum perginya diriku
Ada satu pesan untukmu
Untuk tersenyum kepadaku
Kan kukenang hidupku
Sampai kiamat berlalu
Dan kita bisa bersama selalu
13/03/08 - Gita
Labels:
puisi,
unused words
Subscribe to:
Posts (Atom)