Ingatkah?
Kau akan
Alunan masa kecil
Yang indah,
Iringi alam mimpi
Kepakkan sayapmu
Dan terbanglah
Menuju langit
Penuh warna
Ingatkah?
Saat kau
Bermain tanpa beban
Tertawa,
Hiasi langit kelam
Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi
Tenangkan hatimu
Bebaskan imajinasimu
Gapailah bintang
Bersinar terang
Diselimuti malam
Dingin dan gelap
Menunggu matahari
Menjemput dirimu
Kepakkan sayapmu
Dan terbanglah
Menuju langit
Penuh warna
Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi
Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi
Monday, August 30, 2010
Alunan Iblis
Alunan melodi yang memuakkan
Mengalir dalam batang tubuh
Tanpa henti dan lelah
Menyebarkan negatif dari hati
Ketidakpercayaan yang di pupuk
Menimbulkan konflik tak berarti
Memecah sunyi dan sahabat
Impian Sang Iblis terkabul
Kekosongan hati terpahat tajam
Tak terpikirkan lagi sahabat
Hanya terpaku imaji kegelapan
Impian Sang Iblis terkabul
Mereka pun berdendang riang:
"Cahaya tertelan kegelapan,
Cahaya tertelan kegelapan,
Era baru telah tiba"
Iblis pun tertawa senang
Manusia telah jatuh
Mengalir dalam batang tubuh
Tanpa henti dan lelah
Menyebarkan negatif dari hati
Ketidakpercayaan yang di pupuk
Menimbulkan konflik tak berarti
Memecah sunyi dan sahabat
Impian Sang Iblis terkabul
Kekosongan hati terpahat tajam
Tak terpikirkan lagi sahabat
Hanya terpaku imaji kegelapan
Impian Sang Iblis terkabul
Mereka pun berdendang riang:
"Cahaya tertelan kegelapan,
Cahaya tertelan kegelapan,
Era baru telah tiba"
Iblis pun tertawa senang
Manusia telah jatuh
Labels:
lyrics,
Music,
puisi,
tugas,
unused words
Pembunuh Bayaran
Aku haus...
Haus akan darah
Haus akan kematian
Haus akan peperangan
Akulah sang pembunuh
Yang selalu kulakukan
Membunuh orang
Demi uang yang berlimpah
Karenanya orang ku adu domba
Karenanya orag ku bunuh
Dengan cara yang cepat
Atau cara yang lambat
Sampai tujuanku terpenuhi
Aku akan terus memegang pisau ini
Walaupun kecil,
Walaupun besar,
Hidup orang akan ku akhiri
Sekarang dan selamanya
Kematian akan terus kukejar
08/04/2008 - Gita
Haus akan darah
Haus akan kematian
Haus akan peperangan
Akulah sang pembunuh
Yang selalu kulakukan
Membunuh orang
Demi uang yang berlimpah
Karenanya orang ku adu domba
Karenanya orag ku bunuh
Dengan cara yang cepat
Atau cara yang lambat
Sampai tujuanku terpenuhi
Aku akan terus memegang pisau ini
Walaupun kecil,
Walaupun besar,
Hidup orang akan ku akhiri
Sekarang dan selamanya
Kematian akan terus kukejar
08/04/2008 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Jam Menit Detik
Tik Tok Tik Tok...
Jam berdetik
Satu detik berlalu
Satu menit berlalu
Satu jam berlalu
Satu hari berlalu
Satu minggu berlalu
Satu bulan berlalu
Satu tahun berlalu
Satu kehidupan berlalu
Setiap harinya manusia dilahirkan
Setiap harinya manusia meninggal
Entah kenapa hal itu sudah biasa
Tapi aku sakit hati
Karena sebentar lagi ia akan pergi
Pergi selamanya,
Tak pernah kembali lagi
Sampai di kehidupan lainnya
08/04/2008 - Gita
Jam berdetik
Satu detik berlalu
Satu menit berlalu
Satu jam berlalu
Satu hari berlalu
Satu minggu berlalu
Satu bulan berlalu
Satu tahun berlalu
Satu kehidupan berlalu
Setiap harinya manusia dilahirkan
Setiap harinya manusia meninggal
Entah kenapa hal itu sudah biasa
Tapi aku sakit hati
Karena sebentar lagi ia akan pergi
Pergi selamanya,
Tak pernah kembali lagi
Sampai di kehidupan lainnya
08/04/2008 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Masa Lalu
Masa lalu
Satu kata di saat ku hidup
Aku ingin kembali
Saat tertawa
Saat menangis
Saat berlari di alam terbuka
Sekarang semua sudah hancur
Seperti pecahnya kaca
Di hatiku ini
Aku ingin kembali
Aku ingin lari dari kenyataan
Tapi itu semua percuma
Karena waktu tak bisa kembali
Sampai kapanpun juga
Itu sudah menjadi kenangan
Tetapi kenangan tersebut hidup
Selamanya di hatiku
08/04/2008 - Gita
Satu kata di saat ku hidup
Aku ingin kembali
Saat tertawa
Saat menangis
Saat berlari di alam terbuka
Sekarang semua sudah hancur
Seperti pecahnya kaca
Di hatiku ini
Aku ingin kembali
Aku ingin lari dari kenyataan
Tapi itu semua percuma
Karena waktu tak bisa kembali
Sampai kapanpun juga
Itu sudah menjadi kenangan
Tetapi kenangan tersebut hidup
Selamanya di hatiku
08/04/2008 - Gita
Labels:
puisi,
tugas,
unused words
Subscribe to:
Posts (Atom)