Monday, August 30, 2010

Mimpi Kecil

Ingatkah?
Kau akan
Alunan masa kecil

Yang indah,
Iringi alam mimpi

Kepakkan sayapmu
Dan terbanglah
Menuju langit
Penuh warna

Ingatkah?
Saat kau
Bermain tanpa beban

Tertawa,
Hiasi langit kelam

Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi

Tenangkan hatimu
Bebaskan imajinasimu
Gapailah bintang
Bersinar terang

Diselimuti malam
Dingin dan gelap
Menunggu matahari
Menjemput dirimu

Kepakkan sayapmu
Dan terbanglah
Menuju langit
Penuh warna

Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi

Rembulan bernyanyi
Mengantar sepi

Alunan Iblis

Alunan melodi yang memuakkan
Mengalir dalam batang tubuh
Tanpa henti dan lelah
Menyebarkan negatif dari hati

Ketidakpercayaan yang di pupuk
Menimbulkan konflik tak berarti
Memecah sunyi dan sahabat
Impian Sang Iblis terkabul

Kekosongan hati terpahat tajam
Tak terpikirkan lagi sahabat
Hanya terpaku imaji kegelapan
Impian Sang Iblis terkabul

Mereka pun berdendang riang:
"Cahaya tertelan kegelapan,
Cahaya tertelan kegelapan,
Era baru telah tiba"

Iblis pun tertawa senang
Manusia telah jatuh

Pembunuh Bayaran

Aku haus...
Haus akan darah
Haus akan kematian
Haus akan peperangan

Akulah sang pembunuh
Yang selalu kulakukan
Membunuh orang
Demi uang yang berlimpah

Karenanya orang ku adu domba
Karenanya orag ku bunuh
Dengan cara yang cepat
Atau cara yang lambat

Sampai tujuanku terpenuhi
Aku akan terus memegang pisau ini
Walaupun kecil,
Walaupun besar,
Hidup orang akan ku akhiri

Sekarang dan selamanya
Kematian akan terus kukejar

08/04/2008 - Gita

Jam Menit Detik

Tik Tok Tik Tok...
Jam berdetik

Satu detik berlalu
Satu menit berlalu
Satu jam berlalu
Satu hari berlalu
Satu minggu berlalu
Satu bulan berlalu
Satu tahun berlalu
Satu kehidupan berlalu

Setiap harinya manusia dilahirkan
Setiap harinya manusia meninggal

Entah kenapa hal itu sudah biasa
Tapi aku sakit hati
Karena sebentar lagi ia akan pergi

Pergi selamanya,
Tak pernah kembali lagi
Sampai di kehidupan lainnya

08/04/2008 - Gita

Masa Lalu

Masa lalu
Satu kata di saat ku hidup

Aku ingin kembali
Saat tertawa
Saat menangis
Saat berlari di alam terbuka

Sekarang semua sudah hancur
Seperti pecahnya kaca
Di hatiku ini

Aku ingin kembali
Aku ingin lari dari kenyataan

Tapi itu semua percuma
Karena waktu tak bisa kembali
Sampai kapanpun juga

Itu sudah menjadi kenangan
Tetapi kenangan tersebut hidup
Selamanya di hatiku

08/04/2008 - Gita